
Claude Code untuk Merancang dan Membangun Aplikasi
Claude Code bukan sekadar “chat dengan AI di terminal”. Ia adalah partner teknis yang mampu memahami repository, menjalankan perintah shell, menulis dan menjalankan test, membantu

Claude Code bukan sekadar “chat dengan AI di terminal”. Ia adalah partner teknis yang mampu memahami repository, menjalankan perintah shell, menulis dan menjalankan test, membantu

Artikel ini membandingkan Augment Code dan Claude (terutama Claude Code) secara netral dan komprehensif: fitur, biaya dan model token, dukungan untuk proyek kecil hingga enterprise,

Artikel ini menjelaskannya bagaimana menyambungkan kerangka kompetensi AI dengan strategi nasional, kurikulum, pengembangan guru, lingkungan belajar, hingga asesmen berbasis kompetensi.

Artikel ini mengulas bagaimana kerangka kompetensi AI untuk siswa menerjemahkan konsep menjadi spesifikasi praktis: tujuan kurikuler, metode pengajaran, dan lingkungan belajar yang perlu disiapkan sekolah

Artikel ini mengulas secara mendalam struktur kerangka kompetensi kecerdasan buatan untuk siswa, dari dimensi, level progresi, hingga blok kompetensi yang memandu perencanaan kurikulum di sekolah.

Artikel ini mengulas mengapa kerangka kompetensi kecerdasan buatan untuk siswa menjadi kebutuhan mendesak di sekolah serta menjelaskan tujuan dan prinsip dasarnya agar peserta didik tumbuh

Artikel kelima ini membahas strategi implementasi kerangka kompetensi kecerdasan artifisial untuk guru: mulai dari regulasi dan validasi alat AI, kebijakan pendukung, penyusunan kerangka kompetensi lokal,

Artikel keempat ini mengulas spesifikasi rinci kerangka kompetensi kecerdasan artifisial untuk guru: mulai dari sasaran kurikuler, tujuan pembelajaran, hingga contoh aktivitas konkret di tiga tingkat

Artikel ketiga ini menjelaskan bagaimana kerangka kompetensi kecerdasan artifisial untuk guru disusun dalam bentuk matriks dua dimensi, mencakup lima aspek kompetensi dan tiga tingkat perkembangan

Kerangka kompetensi kecerdasan artifisial untuk guru menjabarkan enam prinsip utama yang memastikan penggunaan kecerdasan artifisial di pendidikan tetap inklusif, berpusat pada manusia, melindungi hak guru,