Claude Code untuk Merancang dan Membangun Aplikasi

Claude Code bukan sekadar “chat dengan AI di terminal”. Ia adalah partner teknis yang mampu memahami repository, menjalankan perintah shell, menulis dan menjalankan test, membantu workflow git, dan menjaga konsistensi arsitektur. Artikel ini adalah panduan langkah demi langkah beserta best practice, tips, dan tricks untuk memanfaatkan Claude Code dalam merancang dan membangun aplikasi enterprise secara sistematis, aman, dan terukur.

Di dunia enterprise, tantangan membangun software jauh melampaui sekadar menulis fitur: ada kompleksitas domain bisnis, integrasi dengan sistem lain, kebutuhan audit, keamanan, kinerja, dan umur sistem yang panjang. Sementara itu, Claude Code hadir sebagai agentic coding tool yang bekerja langsung di terminal/IDE dan memahami context repository Anda secara menyeluruh.

Dengan pendekatan yang tepat, Claude Code dapat berperan sebagai:

  • Pair programmer yang selalu siap menganalisis dan menulis kode.
  • Build/DevOps assistant yang membantu merapikan pipeline dan script.
  • Dokumentator yang dapat merangkum perubahan dan membuat dokumentasi teknis.

Tujuan artikel ini: memberi Anda resep praktis, step-by-step, plus best practice dan tips-trik untuk mengintegrasikan Claude Code ke dalam siklus hidup aplikasi enterprise, mulai dari perencanaan, desain domain, implementasi fitur, testing, refactoring, hingga CI/CD.

Daftar Isi

Konsep Dasar Claude Code dan Agentic Coding

Sebelum masuk ke step-step teknis, penting untuk memahami dulu “mindset” yang benar.

Claude Code dalam Satu Kalimat

Claude Code adalah AI coding assistant yang:

  • Bekerja langsung di terminal/IDE dan terhubung ke repository Anda.
  • Dapat membaca, mencari, dan mengedit banyak file sekaligus.
  • Dapat menjalankan perintah shell (build, test, lint, dsb.).
  • Dapat membantu workflow git (menulis commit message, merangkum perubahan).

Apa Itu Agentic Coding?

Agentic coding berarti Anda tidak hanya minta “tulis function X”, tetapi memberi tujuan dan constraint, misalnya:

  • “Refactor modul pembayaran agar mendukung multi-currency, tanpa mengubah behaviour existing test.”
  • “Bangun modul COA dengan support account type dan normal balance, plus unit test dan dokumentasi.”

Claude Code kemudian:

  1. Menganalisis struktur project dan file terkait.
  2. Membuat plan langkah demi langkah.
  3. Memodifikasi kode dan menjalankan perintah yang relevan (test, lint, dsb.).
  4. Menampilkan diff dan menunggu review Anda.

Peran Anda bukan digantikan, tetapi berubah menjadi architect & reviewer yang mengarahkan, mengontrol, dan mengaudit hasil kerja AI.

Persiapan Lingkungan Enterprise

Salah satu kesalahan umum adalah langsung “melempar” repository ke AI tanpa persiapan. Untuk konteks enterprise, lakukan beberapa langkah ini terlebih dahulu.

1. Tentukan Arsitektur Aplikasi

Pastikan ada keputusan eksplisit tentang:

  • Style arsitektur: monolith modular, microservices, atau hybrid.
  • Boundary domain: misalnya modul Proyek, Anggaran, COA, CAPEX/OPEX, Integrasi Bank, Laporan Manajemen.
  • Stack utama: bahasa, framework (Laravel, Spring Boot, NestJS, Django, dsb.), database (PostgreSQL, MySQL), message broker (RabbitMQ, Kafka), dll.

Dokumentasikan secara singkat di folder docs/, misalnya docs/architecture-overview.md. Dokumen ini akan dirujuk oleh Claude Code.

2. Standarkan Konvensi Kode dan Folder

Minimal siapkan:

  • Style guide (ESLint/Prettier, PSR-12, PEP8, dsb.).
  • Struktur folder yang konsisten (mis. src/modules/<context>/{domain, application, infra}).
  • Konvensi penamaan (service, repository, DTO, event, dsb.).
  • Standar level testing (unit test wajib untuk domain logic, integration test untuk boundary penting).

Semua ini nanti ditulis eksplisit di CLAUDE.md sebagai “kontrak” yang harus diikuti AI.

3. Siapkan Branching Strategy dan CI/CD Minimal

Sebelum Claude Code mulai banyak mengubah kode:

  • Gunakan branching strategy yang jelas (mis. main, develop, feature/*).
  • Siapkan pipeline minimal:
    • Lint & formatting check.
    • Unit test.
    • Build (jika applicable).

Claude Code nanti akan sangat terbantu jika pipeline sudah ada, karena ia bisa menggunakannya sebagai “oracle” apakah perubahan aman atau tidak.

Instalasi dan Konfigurasi Claude Code

4. Instalasi Dasar

Secara umum, alur instalasi modern biasanya seperti ini (contoh pola):

curl -fsSL https://claude.ai/install.sh | bash

Atau menggunakan package manager (misalnya Homebrew atau npm) sesuai panduan resmi Claude Code. Ikuti dokumentasi resmi untuk platform Anda (macOS, Linux, WSL, dsb.).

5. Login dan Menghubungkan ke Repository

  1. Buat/siapkan akun Claude (Claude.ai atau Claude Console).
  2. Buka terminal dan masuk ke folder project:
    cd /path/ke/enterprise-app
    claude
  3. Ikuti proses login (biasanya membuka browser untuk otentikasi).

Setelah terhubung, Claude Code dapat membaca seluruh codebase dan menyimpan konfigurasi khusus per project.

6. Integrasi dengan IDE dan GitHub

Best practice di enterprise:

  • Aktifkan extension resmi Claude di VS Code / JetBrains (jika tersedia).
  • Hubungkan Claude Code dengan GitHub (untuk mempermudah membaca PR, menulis summary, dsb.).
  • Gunakan GitHub Actions (atau CI lain) sebagai “backend eksekusi” untuk test dan build yang lebih berat.

Claude Code akan berperan sebagai “otak” yang merencanakan dan mengedit, sementara eksekusi berat tetap di CI.

Mendesain dan Mengoptimalkan CLAUDE.md

CLAUDE.md adalah file manifest yang memberi tahu Claude Code: “Ini siapa kami, ini aturan mainnya, dan ini cara terbaik membantu kami.”

7. Struktur Minimal CLAUDE.md untuk Aplikasi Enterprise

Contoh struktur (silakan adaptasi sesuai kebutuhan):

# Project: SIPAKAR - Sistem Informasi Proyek dan Anggaran Karangturi

## Tujuan
- Aplikasi budgeting dan pengelolaan proyek berskala enterprise.
- Fokus: akurasi akuntansi, audit trail, integrasi bank, dan keamanan.

## Arsitektur Singkat
- Monolith modular dengan bounded context:
  - Proyek
  - Anggaran
  - COA & Akuntansi
  - CAPEX & OPEX
  - Integrasi Bank
- Bahasa: TypeScript (Node.js)
- Database: PostgreSQL

## Konvensi Kode
- Ikuti ESLint (airbnb-base) dan Prettier.
- Struktur folder:
  - src/modules/<context>/domain
  - src/modules/<context>/application
  - src/modules/<context>/infra
- Semua domain logic wajib memiliki unit test.

## Aturan untuk Claude Code
- Jangan pernah mengubah file .env atau credential.
- Sebelum menghapus kode, jelaskan reasoning dan minta konfirmasi.
- Untuk task besar, selalu buat plan langkah demi langkah dan tunggu persetujuan saya.
- Tambahkan atau update test untuk setiap perubahan domain logic.

## Domain Akuntansi Singkat
- COA bertingkat 4 level, setiap account punya:
  - account_type (Asset, Liability, Equity, Revenue, Expense, dll).
  - normal_balance (Debit atau Credit).
- CAPEX dan OPEX harus bisa dipisahkan dan dilaporkan terpisah.

## Contoh Perintah yang Baik
- "Implementasikan entity dan service COA dengan dukungan account_type dan normal_balance."
- "Tambahkan endpoint REST untuk membuat proyek baru dengan validasi anggaran dan COA."

8. Menambahkan Konteks Bisnis dan Non-Fungsional

Tambahkan ringkasan:

  • Aturan bisnis kritis (approval flow, limit budget, audit trail).
  • Non-functional requirements (SLA, audit logging, compliance, keamanan data).
  • Istilah domain yang sering muncul (RAPBS, CAPEX, OPEX, COA, dsb.).

Semakin jelas konteks, semakin kecil risiko Claude membuat asumsi salah.

9. Guardrail: Batasan yang Wajib Dipatuhi Claude Code

Beberapa contoh guardrail penting:

  • Dilarang mengubah file konfigurasi produksi.
  • Dilarang menyimpan credential apa pun di kode.
  • Wajib meminta konfirmasi sebelum refactor besar.
  • Wajib menjalankan test sebelum menyatakan task “selesai”.

Guardrail ini membuat penggunaan AI tetap aman di lingkungan enterprise yang sensitif.

Workflow Langkah demi Langkah Membangun Aplikasi Enterprise

Bagian ini adalah “jantung” artikel: alur kerja lengkap dari nol hingga aplikasi berjalan, dengan Claude Code sebagai partner.

Langkah 1: Rumuskan Visi, Scope, dan Modul Utama

  1. Buat file docs/vision.md dan docs/modules.md.
  2. Tulis versi kasar requirement bisnis.
  3. Gunakan Claude (chat biasa atau Claude Code) untuk:
    • Merapikan visi produk.
    • Mendefinisikan stakeholder (manajemen, finance, IT, user lapangan).
    • Membagi sistem ke modul besar (Proyek, Anggaran, COA, Integrasi Bank, dsb.).

Best practice: selalu simpan output ke file Markdown, jangan hanya di chat. Claude Code nanti bisa membaca file tersebut.

Langkah 2: Desain Domain dan Bounded Context

  1. Buka terminal di root project dan jalankan:
    claude
  2. Berikan prompt seperti:
    Baca docs/vision.md dan docs/modules.md.
    Bantu saya mendesain domain untuk sistem budgeting sekolah dengan konteks:
    - Ada COA bertingkat dengan account_type dan normal_balance.
    - Harus membedakan CAPEX dan OPEX.
    - Ada entitas Proyek, Anggaran Proyek, Realisasi, dan Approval.
    
    Tolong:
    1. Usulkan bounded context.
    2. Daftar entity dan relasi utama.
    3. Di akhir, hasilkan skeleton struktur folder dan nama file yang konsisten dengan CLAUDE.md.
  3. Review usulan, koreksi jika perlu, lalu minta skeleton kode (entity class, interface, dsb.).

Langkah 3: Susun Backlog Teknis untuk Claude Code

Daripada “random” minta fitur, buat backlog di docs/dev-backlog.md yang bisa dieksekusi Claude satu per satu:

# Backlog Tahap 1

1. Implementasi modul domain COA (entity, repository interface, service).
2. Endpoint REST CRUD COA.
3. Modul CAPEX/OPEX dan mapping ke COA.
4. Modul Proyek dan Anggaran, terhubung ke COA dan CAPEX/OPEX.
5. Setup pipeline CI: lint + unit test.

Setiap item backlog akan menjadi satu atau beberapa sesi kerja dengan Claude Code.

Langkah 4: Implementasi Modul per Task Kecil (Pattern PLAN > EXECUTE)

Pola emas saat bekerja dengan Claude Code:

  1. Selalu minta plan dulu, jangan langsung eksekusi.
  2. Validasi plan dari perspektif arsitektur.
  3. Eksekusi langkah per langkah dengan test di setiap tahap penting.

Contoh prompt operasional:

Bantu saya menyelesaikan Task #1 di docs/dev-backlog.md:
"Implementasi modul domain COA (entity, repository interface, service)."

Tolong:
1. Baca CLAUDE.md dan dokumen terkait.
2. Buat plan langkah demi langkah.
3. Tampilkan plan dulu, jangan mengubah file.
4. Setelah saya setujui, jalankan langkah 1, lalu berhenti untuk review.
5. Untuk setiap langkah:
   - Jelaskan file mana yang diubah.
   - Tampilkan diff ringkas.
   - Jalankan unit test yang relevan.

Setelah plan muncul, Anda bisa menghapus, menambah, atau mengurutkan ulang langkah-langkahnya, lalu memberi izin untuk mengeksekusi.

Langkah 5: Testing Otomatis dan Test-First Mindset

Usahakan setiap perubahan selalu diiringi test. Contoh pola kerja:

  1. Minta Claude menulis test dulu untuk perilaku yang diinginkan.
  2. Biarkan test gagal (untuk memvalidasi bahwa test benar-benar “menangkap” perilaku).
  3. Minta Claude mengimplementasikan kode hingga semua test hijau.

Contoh prompt:

Untuk modul COA:
1. Buat unit test yang memverifikasi:
   - normal_balance wajib di-set sesuai account_type default.
   - Kode COA harus unik per level.
2. Jalankan test dan laporkan hasilnya.
3. Jika test gagal, jangan ubah test tanpa penjelasan detail.

Best practice: tambahkan aturan di CLAUDE.md bahwa setiap penambahan fitur baru wajib menambah atau mengupdate test.

Langkah 6: Refactoring Bertahap dan Kontrol Risiko

Setelah beberapa iterasi, biasanya ada duplikasi dan ketidakkonsistenan. Gunakan Claude Code untuk:

  • Mencari duplikasi kode di berbagai modul.
  • Menstandarkan pola (misalnya pattern service, DTO, error handling).
  • Memecah fungsi raksasa menjadi fungsi kecil yang mudah diuji.

Contoh prompt refactor aman:

Analisis modul berikut:
- src/modules/coa
- src/modules/budget
- src/modules/project

Tolong:
1. Identifikasi duplikasi kode atau anti-pattern yang jelas.
2. Usulkan refactor dengan dampak minimal.
3. Buat plan refactor kecil-kecil.
4. Jalankan refactor satu per satu, pastikan semua test tetap hijau.

Langkah 7: Otomasi CI/CD dengan Bantuan Claude Code

Setelah core modul relatif stabil:

  1. Minta Claude membuat file workflow CI (GitHub Actions / lainnya) untuk:
    • Lint dan formatting.
    • Unit test.
    • Build dan mungkin docker image.
  2. Minta dia menjelaskan setiap step workflow di komentar.
  3. Review dan sesuaikan dengan kebijakan internal (secret, environment, dsb.).

Setelah pipeline siap, Claude Code dapat memanfaatkan hasil pipeline sebagai umpan balik tambahan (“test di CI masih gagal di step X, tolong perbaiki”).

Best Practice Penggunaan Claude Code di Lingkungan Enterprise

Best Practice 1: Perlakukan Claude sebagai Engineer Junior yang Sangat Cepat

Jangan menganggap Claude Code sebagai “mesin ajaib”. Anggap dia engineer junior/senior baru yang:

  • Cepat membaca dan mengedit banyak file.
  • Tidak lelah dan tidak bosan.
  • Tetap bisa salah interpretasi konteks.

Artinya: review manual tetap wajib, terutama di area kritikal (security, akuntansi, compliance).

Best Practice 2: Context Selalu Eksplisit

Saat memulai sesi baru:

  • Sebutkan nama modul dan tujuan task.
  • Rujuk file dokumen yang relevan (mis. docs/vision.md, docs/architecture-overview.md).
  • If perlu, ringkas ulang tujuan dalam 2–3 kalimat.

Jangan berharap AI mengingat semua detail dari sesi lama tanpa diinformasikan kembali.

Best Practice 3: Selalu Gunakan Pola PLAN > EXECUTE

Minta plan dulu, baru eksekusi. Ini:

  • Memaksa AI berpikir sistematis.
  • Memberi Anda kesempatan mengarahkan sebelum file disentuh.
  • Mengurangi risiko perubahan besar yang tidak Anda inginkan.

Best Practice 4: Task Kecil, Iterasi Cepat

Untuk enterprise:

  • Hindari “task gajah” seperti “buat modul akuntansi end-to-end”.
  • Bagi menjadi task kecil:
    • Entity & repository.
    • Service & use case.
    • Endpoint API.
    • Integration test.

Hal ini membuat review, rollback, dan audit jauh lebih mudah.

Best Practice 5: Jadikan CLAUDE.md Living Document

Setiap kali Anda melihat pola kesalahan berulang dari Claude Code (misalnya selalu salah meng-handle CAPEX/OPEX):

  • Tambahkan satu dua poin baru ke CLAUDE.md.
  • Commit perubahan tersebut, dan informasikan di sesi berikutnya.

Semakin lama, manifest ini menjadi “aturan main” yang sangat kaya dan menjaga kualitas project.

Best Practice 6: Pisahkan Environment Dev dari Prod

Pastikan Claude Code hanya bekerja di environment pengembangan:

  • Jangan jalankan Claude Code langsung di server produksi.
  • Gunakan container/local dev environment untuk eksekusi perintah shell.
  • Konfigurasi agar file .env prod dan secret tidak pernah disentuh.

Tips dan Tricks untuk Developer Mid/Senior

Tips 1: Gunakan “Meta Prompt” di Awal Sesi

Untuk task besar, buka sesi dengan meta prompt yang menjelaskan gaya kerja yang Anda mau:

Pada sesi ini, tolong:
- Selalu buat plan dulu sebelum mengubah kode.
- Fokus pada modul COA dan Anggaran saja.
- Jangan mengubah API publik tanpa memberitahu saya.
- Sertakan reasoning singkat di setiap langkah penting.

Tips 2: Minta Claude Menulis Self-Review

Setelah perubahan besar:

Ringkas perubahan yang baru saja kamu lakukan dalam format:
1. Tujuan perubahan
2. File yang diubah
3. Risiko potensial
4. Saran test manual tambahan

Self-review ini sangat berguna untuk reviewer manusia dan dokumentasi PR.

Tips 3: Gunakan Claude untuk Audit Kode Lama

Untuk legacy module:

  • Minta Claude menjelaskan modul lama dalam bahasa plain.
  • Minta dia menandai anti-pattern dan potensi bug.
  • Gunakan insight ini sebagai dasar refactor bertahap.

Tips 4: Minta Claude Membuat “Playbook” Per Modul

Contoh:

Buatkan playbook singkat untuk modul Integrasi Bank:
- Cara menambah bank baru
- Endpoint apa saja yang terpengaruh
- Test apa saja yang wajib dijalankan
- Hal-hal yang berisiko jika diubah

Playbook ini bisa Anda simpan di docs/playbook-integrasi-bank.md dan digunakan oleh developer baru.

Tips 5: Manfaatkan Claude untuk Data Dummy Berkualitas

Saat butuh data contoh yang realistis (tanpa data sensitif):

  • Minta daftar contoh proyek, anggaran, COA, dsb. yang masuk akal.
  • Minta script seeding (mis. TypeORM/Sequelize seed).

Pastikan tetap mengikuti kebijakan privasi dan tidak memasukkan data real.

Tips 6: Kombinasikan dengan Tool Lain

Claude Code sangat efektif jika:

  • Dikombinasikan dengan linter/formatter yang ketat (untuk menjaga konsistensi).
  • Dipadukan dengan static analysis/security scanner.
  • Didukung monitoring/logging yang baik di environment staging dan produksi.

Pola Kerja Tim dan Governance Enterprise

Pola Harian Developer

  • Pagi: pilih 1–3 task dari backlog, minta Claude membuat plan.
  • Siang: eksekusi task bersama Claude (kode + test).
  • Sore: minta summary perubahan, siapkan PR, dan jalankan review manual.

Pola Kolaborasi Tim

  • Architect / Lead dev: maintain CLAUDE.md dan dokumen arsitektur.
  • Developer: mengerjakan task teknis dengan pola PLAN > EXECUTE + test.
  • Reviewer: menggunakan self-review dan summary dari Claude untuk mempercepat review.

Governance dan Keamanan

  • Terapkan RBAC di repository dan CI/CD.
  • Batasi environment tempat Claude boleh menjalankan perintah shell.
  • Pastikan kebijakan pemakaian AI disetujui oleh manajemen dan tim keamanan.
  • Dokumentasikan di CLAUDE.md bahwa keputusan high-stakes tetap di tangan manusia.

Penutup

Claude Code membuka cara kerja baru dalam pengembangan aplikasi enterprise: Anda tidak lagi bekerja sendiri sebagai “mesin pengetik kode”, tetapi bersama agen AI yang dapat membaca repository, merencanakan, mengedit, dan menguji perubahan secara sistematis. Namun, kunci keberhasilan tetap sama: desain arsitektur yang baik, SOP yang jelas, disiplin engineering, dan governance yang sehat.

Jika digunakan dengan benar, Claude Code akan:

  • Mempercepat pengembangan fitur tanpa mengorbankan kualitas.
  • Membantu menjaga konsistensi arsitektur di seluruh modul.
  • Mengurangi pekerjaan repetitif dan memungkinkan developer fokus pada keputusan penting.

Pendekatan yang sehat adalah melihat Claude Code sebagai akselerator bagi tim mid/senior yang sudah matang secara teknis, bukan pengganti mereka. Dengan kombinasi knowledge domain yang kuat dari tim dan kecepatan Claude Code, Anda bisa membangun aplikasi enterprise yang lebih robust, lebih cepat, dan lebih terukur.

Sumber / Referensi Resmi

Share the Post:

Related Posts